"Ada seorang gadis menyewa rumah bersebelahan dengan rumah seorang ibu miskin dengan 2 anak. Satu malam tiba-tiba mati lampu, dgn santunan cahaya handphone gadis itu ke dapur mau mengambil lilin, tiba-tiba ada yg mengetuk pintu.. Ternyata . . . . anak miskin yang disebelah rumahnya. Anak itu bertanya dengan risau : "Kakak, ada lilin tidak?" Gadis itu berfikir : JANGAN PINJAMKAN nanti jadi satu keb iasaan, maka si gadis menjawab : "TIDAK ADA!!" Lalu si anak miskin berkata riang: "Saya sudah duga abang tidak ada lilin, Ini ada 2 lilin aku bawakan untuk kakak. Kami bimbang alasannya yakni abang tinggal sendirian dan tidak ada lilin." Si gadis merasa bersalah, dalam linangan airmata, beliau memeluk anak kecil itu erat-erat. Pesan dongeng ini : Jangan menilai keburukan oranglain hanya alasannya yakni mereka MISKIN / TIDAK MAMPU. Ingat! kekayaan tidak bergantung seberapa banyak kita PUNYA, tetapi seberapa kita MAMPU untuk BERBAGI ...
Pemerintah Jepang menetapkan mata uang Yen semenjak 27 Juni 1871 berdasarkan Shinka jōrei (peraturan pemerintahan perihal mata uang baru). Sebagai lambang dipakai tanda ¥ dan berdasarkan ISO 4217 dilambangkan sebagai JPY. Adapun kelebihan mata uang Yen ini adalah: 1. Selalu tersedia kembalian dalam jumlah yang cukup Jika kita berbelanja/bertransaksi di warung/toko di Jepang, sanggup dipastikan kita akan selalu mendapatkan kembalian dalam jumlah yang pas dan lengkap, hingga pada mata uang terkecil yaitu ¥1. Sedikit berbeda dengan negara kita, lantaran kita lebih sering mendapatkan kembalian berupa permen daripada berupa uang recehan. Di Jepang, pihak pedagang akan dianggap tidak serius dalam berbisnis apabila menolak pecahan uang besar serta tidak berhasil menyediakan uang recehan sebagai kembalian. Pembeli ialah raja, jadi hak pembeli untuk memakai uang pecahan besar atau kecil untuk bertransaksi. Pentingnya fungsi uang recehan ini akan sangat terasa khususn...
Komentar
Posting Komentar